Assalamu'alaikum Wr. Wb. Bsmillahirrahmanirrahim...., puji syukur kehadirat Allah SWT yang tiada hentinya memberi rizki pada hambanya yang selalu berusaha. tepat pada senin, 14 Maret 2011. Bakso dan Mie ayam KUSUKA mengikuti ajang pameran wirausaha yang bertempat di Jln. Prof Dr Soepomo, SH janturan Warungboto Umbulharjo Yogyakarta dengan tema " ACTION MAHASISWA.pameran ini sangat membantu dalam memperluas jaringan, dan alhamdulillah selama pameran, kita menghabiskan 10 Kg daging dan 7 Kg mie ayam. bagi pengusaha baru yang baru mulai...,penjualan ini sangat bagus untuk kedepannya...
Wah....Baksone Guede" tur muantep tenan.. itulah kata2 yang sering terdengar disaat kami menyajikan masakan.., rasa bangga dan penuh percaya diri membuat kami tetap semangat. Bukan hanya para mahasiswa yang mengagumi Bakso dan Mie Ayam ini tetapi sebagain warga disekitar lokasi pameran banyak yang pengen mencoba dan akhirnya tiap hari selalu memesan dagangan kami.
siang menjelang sore, kami siap2 untuk menutup dangan kami karna sudah ludes terjual,,,, tiaba2 ada seorang wanita berparas cantik nan anggun menawarkan lokasi agar kami tetap jualan didaerah tempat pameran tersebut..., hati rasanya senang dan bahagia....., akan tetapi sampai penulis mengentri tulisan ini..masih belum ada kepastian... nasib..nasib...., "tapi kalo pesimis... itu bukan pengusaha" celetuk Aba ku disaat mencangkul tambak (lubuk ikan). emmmm..., serentak hati dan ragaku mulai bergerak untuk cari yang lain dan takpernah putus asa untuk berusaha, dengan slogan khas pon.pes Mambaus Sholihin yaitu "bondo bahu pikir lek perlu sak nyawane pisan" yang pada intinya kalao kita mengerjakan sesuatu harus dengan sepenuhnya biar maksimal..
Akhir pameran pada tanggal 18 Maret 2011 telah mengisahkan berjuta kenangan yang tak terlupakan bersama Bapak Penjual cireng, penjual baju, buku, dan lain2...., semoga kita menjadi insan yang mandiri, sukses, dan dapat mencerahkan perekonomian Indonesia... cukup sekian sumassalamu'alaikum wr.wb.
Wah....Baksone Guede" tur muantep tenan.. itulah kata2 yang sering terdengar disaat kami menyajikan masakan.., rasa bangga dan penuh percaya diri membuat kami tetap semangat. Bukan hanya para mahasiswa yang mengagumi Bakso dan Mie Ayam ini tetapi sebagain warga disekitar lokasi pameran banyak yang pengen mencoba dan akhirnya tiap hari selalu memesan dagangan kami.
siang menjelang sore, kami siap2 untuk menutup dangan kami karna sudah ludes terjual,,,, tiaba2 ada seorang wanita berparas cantik nan anggun menawarkan lokasi agar kami tetap jualan didaerah tempat pameran tersebut..., hati rasanya senang dan bahagia....., akan tetapi sampai penulis mengentri tulisan ini..masih belum ada kepastian... nasib..nasib...., "tapi kalo pesimis... itu bukan pengusaha" celetuk Aba ku disaat mencangkul tambak (lubuk ikan). emmmm..., serentak hati dan ragaku mulai bergerak untuk cari yang lain dan takpernah putus asa untuk berusaha, dengan slogan khas pon.pes Mambaus Sholihin yaitu "bondo bahu pikir lek perlu sak nyawane pisan" yang pada intinya kalao kita mengerjakan sesuatu harus dengan sepenuhnya biar maksimal..
Akhir pameran pada tanggal 18 Maret 2011 telah mengisahkan berjuta kenangan yang tak terlupakan bersama Bapak Penjual cireng, penjual baju, buku, dan lain2...., semoga kita menjadi insan yang mandiri, sukses, dan dapat mencerahkan perekonomian Indonesia... cukup sekian sumassalamu'alaikum wr.wb.

aq bangga dengan mu teman,,,,,,,,
BalasHapus